
Raden Wijaya merupakan tokoh penting dalam sejarah Indonesia karena dikenal sebagai raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Majapahit. Ia berhasil membangun kerajaan baru setelah runtuhnya kekuasaan Singhasari dan menjadikan Majapahit sebagai salah satu kerajaan besar dalam sejarah Nusantara.
Raden Wijaya kemudian dikenal dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana setelah naik takhta. Masa pemerintahannya menjadi tahap awal perkembangan Majapahit yang kelak mencapai puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.
Asal-Usul Raden Wijaya
Raden Wijaya memiliki hubungan erat dengan keluarga kerajaan Singhasari. Sumber sejarah, terutama Prasasti Kudadu, menjadi salah satu sumber penting untuk mengetahui perjalanan Raden Wijaya sebelum mendirikan Majapahit.
Raden Wijaya, yang dalam sumber sezaman juga disebut Dyah Wijaya atau Nararya Sanggramawijaya, berasal dari lingkungan bangsawan Jawa dan memiliki hubungan dengan keluarga penguasa Singhasari. Salah satu sumber penting mengenai dirinya adalah Prasasti Kudadu tahun 1294, yang dikeluarkan setelah ia menjadi penguasa Majapahit.
Menurut Kakawin Nagarakretagama, Raden Wijaya merupakan putra Dyah Lembu Tal dan cucu Narasinghamurti. Dalam sejumlah kajian, Narasinghamurti diidentifikasi dengan tokoh yang juga dikenal sebagai Mahisa Campaka, salah satu tokoh penting dalam keluarga penguasa Singhasari. Dengan demikian, garis keturunan Raden Wijaya melalui Lembu Tal terhubung dengan wangsa Rajasa yang sebelumnya berkuasa di Singhasari.
Silsilah Singkat Raden Wijaya berdasar keterangan Nagarakretagama, garis keturunannya dapat disederhanakan sebagai berikut:
Ken Angrok → Mahisa Wonga Teleng → Narasinghamurti/Mahisa Campaka → Dyah Lembu Tal → Dyah Wijaya (Raden Wijaya).
Dengan demikian, Narasinghamurti/Mahisa Campaka lebih tepat disebut sebagai kakek Raden Wijaya, bukan ayahnya, apabila menggunakan keterangan Nagarakretagama dan pembacaan terhadap Prasasti Kudadu. Ini penting karena beberapa tulisan populer di internet masih mencampuradukkan kedua versi tersebut.
Raden Wijaya merupakan menantu Kertanegara, raja terakhir Singhasari. Ketika Singhasari diserang oleh pasukan Jayakatwang dari Kadiri pada 1292, pemerintahan Kertanegara berakhir. Raden Wijaya kemudian berusaha menyelamatkan diri sekaligus mencari kesempatan untuk membangun kembali kekuasaan politiknya.
Peristiwa tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan Raden Wijaya. Ia tidak langsung menghadapi lawan dengan kekuatan militer, tetapi memilih menggunakan strategi politik dan membangun kekuatan secara bertahap.
Perjuangan Raden Wijaya Sebelum Mendirikan Majapahit
Setelah Singhasari jatuh, Raden Wijaya meminta izin kepada Jayakatwang untuk membuka sebuah wilayah hutan di daerah Tarik. Wilayah tersebut kemudian dikembangkan menjadi permukiman yang menjadi cikal bakal Majapahit.
Menurut tradisi sejarah, nama Majapahit dikaitkan dengan buah maja yang memiliki rasa pahit. Dari wilayah inilah Raden Wijaya mulai membangun basis kekuatan baru.
Keadaan berubah ketika pasukan Mongol yang dikirim oleh Kubilai Khan tiba di Jawa. Pasukan tersebut sebenarnya datang untuk menundukkan Kertanegara karena sebelumnya terjadi konflik antara Singhasari dan Kekaisaran Mongol.
Raden Wijaya memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol tersebut sebagai bagian dari strategi politiknya. Ia bekerja sama dengan pasukan Mongol untuk menghadapi Jayakatwang. Setelah Jayakatwang dikalahkan, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol hingga mereka meninggalkan Jawa.
Strategi tersebut menunjukkan kemampuan Raden Wijaya dalam membaca situasi politik. Ia memanfaatkan kekuatan pihak lain tanpa membiarkan dirinya berada di bawah kendali mereka.
Berdirinya Kerajaan Majapahit
Setelah berhasil mengusir pasukan Mongol, Raden Wijaya memiliki kesempatan untuk membangun pemerintahan sendiri. Pada 1293, ia mendirikan Kerajaan Majapahit dan kemudian naik takhta dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.
Tahun 1293 umumnya dipandang sebagai tahun berdirinya Majapahit. Peristiwa tersebut menandai munculnya salah satu kerajaan terpenting dalam sejarah politik Jawa dan Nusantara.
Pada masa awal pemerintahannya, Raden Wijaya harus menghadapi berbagai persoalan. Kerajaan baru tersebut masih membutuhkan konsolidasi karena sebelumnya terjadi konflik berkepanjangan antara Singhasari, Kadiri, serta berbagai kelompok politik di Jawa.
Pemerintahan Raden Wijaya
Sebagai raja pertama Majapahit, Raden Wijaya berusaha memperkuat pemerintahan dan menjaga kestabilan kerajaan. Ia memberikan kedudukan penting kepada sejumlah tokoh yang sebelumnya membantu perjuangannya.
Raden Wijaya juga harus menghadapi pemberontakan dari sejumlah pengikutnya. Beberapa sumber sejarah mencatat adanya pemberontakan seperti yang dilakukan Ranggalawe, Sora, dan Nambi pada masa awal Majapahit.
Berbagai pemberontakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Majapahit pada masa Raden Wijaya belum sepenuhnya stabil. Namun, kerajaan mampu bertahan dan berkembang setelah melewati berbagai konflik internal.
Raden Wijaya dan Strategi Politik
Salah satu hal yang membuat Raden Wijaya menarik untuk dikaji adalah kemampuannya dalam menggunakan strategi politik.
Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan militer. Ketika menghadapi situasi yang sulit, Raden Wijaya mampu menjalin hubungan dengan berbagai kelompok dan memanfaatkan perubahan keadaan untuk mencapai tujuan politiknya.
Strategi menghadapi pasukan Mongol merupakan contoh paling terkenal. Setelah menggunakan bantuan pasukan Mongol untuk mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya kemudian menyerang mereka dan memaksa pasukan tersebut meninggalkan Jawa.
Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan berdirinya Majapahit sebagai kerajaan yang merdeka.
Akhir Hayat Raden Wijaya
Raden Wijaya memerintah Majapahit hingga wafat pada 1309. Ia kemudian didharmakan di beberapa tempat menurut tradisi sumber sejarah Jawa, termasuk di Antahpura.
Setelah Raden Wijaya meninggal, takhta Majapahit diteruskan oleh putranya, Jayanegara, yang menjadi penerus langsung kekuasaan kerajaan. Sementara itu, Tribhuwana Tunggadewi baru memerintah Majapahit pada masa berikutnya.
Meskipun masa pemerintahannya relatif singkat, peran Raden Wijaya sangat besar. Ia berhasil mengubah situasi politik yang kacau setelah runtuhnya Singhasari menjadi awal berdirinya kerajaan baru.
Mengapa Raden Wijaya Penting dalam Sejarah Majapahit?
Raden Wijaya bukan hanya dikenal sebagai raja pertama Majapahit. Ia juga merupakan tokoh yang meletakkan dasar politik dan pemerintahan bagi perkembangan kerajaan tersebut.
Majapahit pada masa berikutnya berkembang semakin kuat, terutama ketika berada di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dan kepemimpinan politik Gajah Mada. Namun, perkembangan tersebut tidak dapat dipisahkan dari fondasi yang dibangun Raden Wijaya pada akhir abad ke-13.
Keberhasilan Raden Wijaya mendirikan kerajaan di tengah perubahan politik Jawa menunjukkan bahwa berdirinya Majapahit bukanlah sebuah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Kerajaan tersebut lahir melalui rangkaian konflik, aliansi, strategi politik, dan perjuangan untuk memperoleh kekuasaan.
Kesimpulan
Raden Wijaya adalah raja pertama dan pendiri Kerajaan Majapahit yang memerintah dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Ia mendirikan Majapahit pada 1293 setelah melalui berbagai konflik politik sejak runtuhnya Singhasari.
Keberhasilannya memanfaatkan konflik antara Jayakatwang dan pasukan Mongol menjadi salah satu bagian penting dalam proses berdirinya Majapahit. Dari kerajaan yang dibangun Raden Wijaya inilah kemudian berkembang sebuah kekuatan politik besar yang memiliki pengaruh luas dalam sejarah Nusantara.
Sumber Pustaka
- Poesponegoro, Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto (ed.). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.
- Muljana, Slamet. Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit. Yogyakarta: LKiS.
- Historia.id, Sejarah Asal -Usul Raden Wijaya